where budget cannot stop you to have fun in the kitchen

Sejarahku Bersama Brownies part 2

Ketika di DT ( Daarut Tauhid) Bandung aku juga sempat mencicipi brownies bahkan belajar membuatnya di pelajaran tata boga. Resepnya juga pernah ku posting di blog ini. Namanya Brownies Sakura. Aku juga sempat mencicipi brownies kukus amanda yang terkenal itu. Brownies Kukus Amanda harus diakui rasanya memang oke. Pantas saja sampai dijual ke kaltim.

Ketika di Bandung aku pernah mengikuti pelatihan Bahasa Inggris. Diadakan di cafe victoria kalau tidak salah. Wah pelatihan ini benar-benar membuatku berdecak kagum. Baru pernah aku mengikuti pelatihan yang semuanya ditata dengan baik. Bukan hanya materi yang oke tapi juga pelayanan dan makanannya.  Aku kan punya kebiasaan kalau kelamaan duduk/berdiri kepala jadi pusing. Nah saat itu setelah beberapa jam pelatihan kepalaku mulai nyut. Untunglah segera tiba waktunya coffee break. 

Segera aku menuju meja snack. Aku pilih kopi dengan gula batu. Dan snacknya wowww... ada 4 jenis snack yang belum pernah aku makan, Tapi yang ku ingat hanya 2. Yaitu sejenis bola goreng rasa keju sama ini nih yang membuat aku terkenang-kenang. Sepotong brownies yang legiiiiddddhhhh.. Sama sekali berbeda dengan brownies kukus lembut yang biasa aku makan. Ini Nyoklat, Padat, Legiddhh.. Mungkin inilah yang dinamakan brownies sesungguhnya. Kita tahu keasliannya walaupun belum pernah mencicipinya. Inilah citarasa prima!!! Dan sakit kepalaku pun sirna seiring sirnanya snack dan kopi ke dalam perutku :D

aku selalu suka kue cokelat padat ini 

Tapi selama di Bandung aku tidak pernah baking-baking ya. Kegiatan baking lanjut ketika aku lulus nyantri dan menikah. Segera setelah menikah kami langsung berdomisili di Muara Badak sini. Disinilah aku mulai lagi kegiatan baking setelah bertahun-tahun lamanya vakum. Ketika di rumah kontrakan yang pertama. Saking penginnya makan brownies kukus, aku membuatnya dalam sejenis wadah kobokan aluminium. Entah itu mangkok untuk apa. Yang jelas hanya itu yang muat di dandang super imutku. Dah itupun gatot. Karena tidak ada baking powder aku pakai soda kue. Takarannya ku samakan dengan baking powder. Jadilah brownies kukus yang kering, bau kent*t dan pahit. Aku heran sekali kenapa  kuenya bau seperti itu.

Tak lama kami pindah ke kontrakan yang lebih besar. Nah disinilah blog ini lahir dan semua tulisan sampai tahun 2013. Kemudian pindah lagi ke kontrakan yang sekarang dan semoga ini kontrakan terakhir. Semoga setelah ini ngeblog di rumah sendiri, amiiinnn (y)

Eksperimen Brownies selanjutnya sudah ku abadikan dalam blog ini. Nah bayangkan dalam rentang tahun dari  aku SMA ditahun 2002 aku terus mencoba resep brownies. Aku sampai mencari cara bagaimana bisa mendapatkan tekstur brownies sesuai keinginan. Sampai membaca blog luar negeri tapi tidak juga kutemukan. Padahal aku sudah mulai bosan dengan brownies kukus.

Mungkin Allah akhirnya kasihan padaku. Ditunjukannya jalan. Pada suatu hari di tahun 2014 ketika aku browsing lagi resep-resep brownies aku terpaku pada resep dari www.sajiansedap.com. Entah mengapa aku begitu tertarik. Dan langsung aku coba. Masya Allah.. inilah akhir penantianku selama ini.. inilah Brownieskuuu... inilahh... inilahhh... ohhh... *mengusap air mata pake serbet butut*. Ini adalah momen yang emosional buatku *sambil jaipongan*

Resep browniesnya dipostingan selanjutnya yaa.. The Fudgy Brownies

0 Response to "Sejarahku Bersama Brownies part 2"

Boleh Copy Paste tapi wajib cantumkan sumbernya dan jika berkenan berikan backlink ke www.tehninit.com.Terima kasih telah membaca blog saya, semoga bermanfaat :-)