where budget cannot stop you to have fun in the kitchen

Kue Batik, Eksperimen yang Amburadul



Malu ah tampang kuenya berserakan gini
kayak bala-bala =D


Sekadar laporan, Ini kue batik yang tadi aku bikin.. Aduh amburadul bentuknya. Rasanya mirip sama dodol, xixixxixi...Iya soalnya aku pakai tepung terigu yang dimasak, Aku dulu dapat resepnya dari ibu Aty Mangkoewasito di grup Muslimah Belajar Masak. Tapi karena lupa-lupa juga jadi aku karang resepnya berdasarkan serakan memory otakku, xixixixxi... Soalnya aku malas bongkar-bongkar file di komputer. Seingatku memang ada kusimpan resepnya.

Seingatku memang pakai tepung gini resepnya. Tapi lihat resep-resep orang di google kok gak begini ya.. rata-rata pakai milo ada juga yang pakai cokelat bubuk bahkan telur. Biskuit marie mereka juga utuh. Gak kayak aku yang hancur-hancur menyatu karena diaduk dengan adonan tepung yang liat dan berat. Hmmm jangan-jangan aku memang salah resep.. hwaaaa...Yang jelas bikin aku drop karena hasilku gak secantik kue-kue batik yabg ada diinternet ( bukannya sudah biasa?  =D)
Capa tuuuhh ikutan mejeng :D

Aku sih suka  dengan tekstur kuenya yang lengket-lengket digigi seperti dodol. Apalagi aku masukkan pasta moka jadinya kayak dodol moka (resep baru nih, cling!). wkwkwkwkwk.. Tapi sepertinya aku harus sedikit merevisi komposisinya karena rasanya kurang mantabb.. Sepertinya takaran SKM cokelatnya perlu ditambah plus cokelat bubuk supaya lebih nampar rasanya.
Langsung dipotong-potong ditempat


Bahan-bahan yang kugunakan tadi cuma susu kental manis cokelat, air, terigu, pasta moka sama garam. Semuanya dicampur sampai larut kemudian dipanaskan diatas api sambil diaduk hingga jadi adonan yang hampir kalis. Kemudian masukkan biskuit marie yang sudah dipatah-patah ( aku pakai biskuit gandum). Aduk sampai kalis. Cetak di wadah dan padatkan, dinginkan dikulkas biar lebih set. Udah deh gitu aja.. :D

Aku cetak di toples pendek.. Ampun dah jelek minah..

Masalahnya kue ini aku niatkan dan antarkan untuk suguhan pengajian sore kemarin di pesantren, wok wowww.... semoga tak ada korban keracunan ya, xixixixixi... Aku sendiri gak ikut pengajian karena suami dan anak-anak sakit. Jadi antar kuenya saja. Oke sekian laporan eksperimen kali ini, Semoga bisa lebih baik kedepannya (y).

2 Responses to "Kue Batik, Eksperimen yang Amburadul"

  1. Fotonya aja ga menarik apalg aslinyaa lah...wakwaw...kabooorrrr

    ReplyDelete
  2. biar aja... sama aja kaya muha bejerawat selfie..yg penting eksis...wwkwkwkwkwk

    ReplyDelete

Boleh Copy Paste tapi wajib cantumkan sumbernya dan jika berkenan berikan backlink ke www.tehninit.com.Terima kasih telah membaca blog saya, semoga bermanfaat :-)