where budget cannot stop you to have fun in the kitchen

Nostalgia Sayur Daun Singkong


sayur-santan-daun-singkong

Nostalgia sayur daun singkong..

Aku punya kenangan manis dengan sayur ini teman-teman. Duluuuu sekali waktu aku masih SD, aku sering makan di rumah tetangga. Kadang makannya gratis kadang juga beli. xixixix.. Tetangga sebelah rumahku itu terdiri dari mertua, menantu dan anak-anaknya. Yang mertua biasa aku panggil mbah. Yang menantu biasa aku panggil Bulek. Anak-anak mereka biasa ku panggil mbak dan mas karena usia mereka di atasku. 

Hampir setiap hari aku main dan sekalian makan disini, xixixix.. Kok bisa? ya karena mamaku sibuk ngurusin pabrik kadang tidak sempat masak. Jadilah aku beli lauk sama Bulek. Yang kubeli biasanya telor bumbu merah. Waktu itu harganya masih Rp. 350 / biji. Telor bumbu merahnya ( apa balado ya)  sebenarnya terasa terlalu pedas dilidahku tapi rasanya enaaaakkk makanya aku ketagihan ( saat menulis ini air liurku terbit ,hihihi)

Nah habis makan dirumah biasanya aku akan main lagi di rumah bulik sama anaknya terutama Mbak Ajeng. Saking lamanya main di rumah itu sampai lapar lagi dan kalau ditawarin makan biasanya ya aku makan, bahkan nambah, wkwkwwkwk..

Yang paling ku ingat adalah sayur daun singkongnya. Dua puluh tahun lebih berlalu aku masih teringat dan terkenang-kenang rasanya. Rasa dan tampilannya itu loh,, bedaaa.. Pertama sayurnya , daun singkong yang dimasak betul-betul yang muda semua. Kedua bumbunya, rasa bawang putih yang kuat dan ada aroma apa ya pokoknya sedeeeeeppp banget. Ketiga, kuahnya gurih santan dan tidak berminyak.

Aku pernah bertanya bumbunya tapi biasa deh jawaban para maestro selalu begitu. Tak jelas mengambang dan sekilas-sekilas, xixixxi.. Ditambah lagi aku yang pada waktu itu masih SD belum tajam dalam menerjemahkan kelabilan resep (Vicky mode on).

Makin aku besar dan menikah aku sudah mencoba beberapa resep. Enak sih enak. Tapi rasanya masih belum seperti buatan mbah. Sebenarnya si mbah masih hidup lo jika aku kepingin tanya-tanya. Tapi aku ragu jika aku bertanya apa beliau masih ingat resep itu dan tentunya beliau akan menjawab tanpa takaran kan. Apalagi tahun lalu aku ngobrol dengan beliau ( waktu aku mudik ke Banjar), beliau berkata sudah membatasi asupan makanannya. Mengurangi nasi dan olahan santan. Wah hebat betul, umur beliau sudah 90 an tapi setiap aku mudik terlihat tidak bertambah tua. Justru bulik yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Allahummagfirlaha..

Karena impian akan sayur daun singkong ini juga aku kegirangan waktu SMP dapat resepnya di tabloid Nyata kalau tidak salah. Resepnya ku potong dan ku kliping bersama resep-resep menarik lainnya. Walau akhirnya tak pernah juga kucoba, hehehehe... Entahlah kalau soal masak-memasak aku agak takut teman-teman. Takut dimarahi mamaku kalau uplek-uplek didapur. Dan waktu aku sudah mulai berani ( berani menghadapi mamaku kalau ditanya "ngapain didapur?" =D ) uplek didapur jaman SMA dan kuliah, aku malah eksperimen di per-kue-an. Coba bikin brownies dan cake. Kalaupun ada masakan yang sering ku bikin waktu itu adalah sambel goreng tempe sama tahu goreng tepung buat lauk makan,, huehehehe...

Nah,  baru-baru ini akhirnya  aku nemu bumbu rahasia yang bikin aku  meriang merindukan si sayur daun singkong yaitu : KETUMBAR

Whatss? iyaaa biasa banget kaan, hahahahaha.. Tapi spesial bagiku yang agak dodol dalam urusan masak-memasak :D. Baru sadar dari dulu aku hampir-hampir gak pernah masak pake ketumbar kecuali  kalau lagi iseng bikin soto atau mie ayam. Soalnya aku kurang ngerti posisi  ketumbar dalam hierarki rasa,, xixixixi.. Aku gak bisa meraba suatu masakan akan berasa apa kalau pakai ketumbar. 

Padahal dulu waktu masih SD aku pernah baca cerpen di majalah remaja Aneka. Di cerpen itu diceritakan sepasang anak remaja berstatus pacaran yang sama-sama  maniak pizza. Mereka suka makan pizza sekaligus bikinnya juga. Saking sukanya mereka sampai bereksperimen resep aneka topping pizza. Dan karena mereka juga penggemar sayur santan bayam bumbu ketumbar maka akhirnya mereka menciptakan dan mempatenkan pizza bayam bumbu ketumbar. Waktu itu menurutku cerita ini menarik sekali. Kalau ada unsur makanannya pasti menarik bagiku dan biasanya abadi diotakkku, wkwkwkwk

Tapi cerita itu aku baca waktu masih SD dan aku waktu itu liat yang namanya pizza aja belum pernah..bahkan sayur bayam santan aja terdengar aneh karena setahuku yang namanya sayur bayam ya sayur bening, xixixixi.. Loh kok jadi ngelantur ke sayur bayam.. xixixi...

Kembali ke sayur daun singkong. Akhirnya aku menemukan rasa yang telah 20 tahun hilang dari indra pengecapku. Entahlah, rasanya waktu itu aku lagi getol-getolnya coba-coba masak apa saja di kasih ketumbar dan salah satunya sayur daun singkong ini. Ternyata memang passs... Alhamdulillah...

Resep yang kubuat ini rasanya sudah mirip sekali dengan yang kumakan dulu. Cuma masih harus ada yang direvisi nih jika ingin benar-benar mirip. Yaitu santannya harus segar dan coba  masaknya bumbunya jangan ditumis tapi direbus saja. Untuk yang sekarang aku pakai santan instan sedikit dan bumbunya ditumis hingga harum.

Untuk postingan ini aku tidak menyertakan resep ya teman-teman karena belum fix dan bumbunya pun biasa saja.'hehehe...Walaupun rasanya enak dan sudah terasa khasnya seperti jaman aku kecil tapi masih belum pas sama seleraku. Tapi bolehlah dimasak kalau lagi kepepet gak punya santan segar. Untuk sayur percobaan ini aku presto daun singkongnya biar cepat. Trus bumbunya hanya bawang merah, bawang putih, kunyit dan ketumbar yang diulek dan ditumis hingga wangi, beri air dan santan instan sesuai selera kekentalan (aku pakai sedikit saja karena ingin kuah yang encer) Plus kaldu bubuk, gula merah dan garam secukupnya.

daun-singkong-goreng

Karena sisa daun singkongnya masih banyak maka kubikin jadi bakwan daun singkong terinspirasi resepnya mbak diahdidi. Wah enaaaaakkkk ternyata.. Nanti deh ku posting juga resepnya. Sementara ni masih nyari daun singkongnya. Tadi pagi sudah survey ke tetangga yang biasa punya banyak pohon singkong. Karena panas terik dan repot sambil gendong Syamil jadi rencanaku sore saja ambil daun singkongnya. Tapi ternyata sore tadi malah jalan nengok teman yang baru lahiran. Semoga besok dapat daun singkongnya. xixixixi... oke deh...Selamat berkreasi dengan daun singkong :D.



0 Response to "Nostalgia Sayur Daun Singkong"

Boleh Copy Paste tapi wajib cantumkan sumbernya dan jika berkenan berikan backlink ke www.tehninit.com.Terima kasih telah membaca blog saya, semoga bermanfaat :-)